Apa yang anda cari ???

Rabu, 30 November 2011

Cara mempercepat Windows 7

Kebanyakan tutorial akan memberitahu Anda untuk menonaktifkan semua fitur Windows Aero dan tidak menggunakan latar belakang atau wallpaper. Menurut saya itu tidak berguna, itu lebih mirip trade-off, karena siapa yang tidak ingin memiliki desktop yang bagus? Dan AeroSnap benar-benar bermanfaat! Saya setuju bahwa Anda bisa mendapatkan performa lebih bagus dengan melakukan ini, tetapi itu tidak layak. Jika Anda pikir Anda tidak desktop yang “Mewah”, maka jangan ragu untuk tetap melakukannya …
Tekan Start
Ketik SystemPropertiesPerformance pada dalam kolom Search, dan tekan enter.
Pilih Adjust for best Performance atau paling tidak hapus dua centang entri pertama.

Matikan Sevice yang tidak diperlukan.

Untuk menonaktifkan semua layanan yang tidak diperlukan kita menggunakan software yang disebut GameBooster, ini hanya salah satu cara untuk melakukannya, dan ini jauh lebih cepat daripada melakukannya secara manual. Anda dapat menghentikan sementara semua service (yang tidak diperlukan). Yang menarik adalah, anda bahkan dapat mengedit daftar service hanya dengan beberapa klik dan menambahkan lebih banyak service untuk mendapatkan performa yang lebih bagus.



Untuk menambahkan service lainnya, klik Options – Edit Service List. Sekarang, Anda cukup menambahkan service menggunakan format ini: RemoteRegistry=1

Service apa saja yang perlu dimasukan.
Computer Browser (Browser=1)
Protected Storage (ProtectedStorage=1)
Remote Registry (RemoteRegistry=1)
Secondary Logon (seclogon=1)
Security Center (wscsvc=1)
Themes (Themes=1)
Windows Errors Reporting Service (WerSvc=1)
Windows Media Center Service Launcher (ehstart=1)
Windows Search (WSearch=1) Windows Time (W32Time=1)

Mempercepat Windows 7 Menggunakan ReadyBoost

Ok, sekarang semua service yang tidak diperlukan telah berhenti. Apa berikutnya? Ketika AMD dan Microsoft tidak mampu meningkatkan daya CPU secara signifikan lagi, mereka hanya menambahkan lebih banyak CPU, itu sebabnya kita memiliki dual dan quad-core CPU saat ini. Jadi, apa yang dapat Anda lakukan adalah untuk mendapatkan lebih banyak RAM. Namun, jika kita sedang memiliki anggaran yang rendah kita tidak mungkin membeli RAM baru. Tapi, saya yakin bahwa Anda memiliki USB-stick atau flashdisk, kan?

Fitur ini disebut ReadyBoost dan dapat memberikan perfoma lebih hingga 20%. Hal ini tergantung pada jumlah RAM yang anda miliki. Semakin kecil RAM Anda makan Anda akan melihat peningkatan performa yang lebih banyak.

1. Colokan USB Flashdisk Anda.

2. Pindahkan semua file yang ada pada flashdisk ke folder pada hardisk Anda untuk memberikan space lebih besar.

3. Buka Windows Explorer (Windows + E), dan klik kanan pada drive Anda dan pilih” properties “.

4. Buka tab “ReadyBoost” dan pilih “Dedicate this device to ReadyBoostt”. Klik Apply.



Jika berhasil maka Akan terlihat seperti ini:

Sumber : http://www.netrix.web.id/cara-mempercepat-kinerja-proses-windows-7/

Mempercepat proses shutdown Windows 7

Menunggu untuk Windows untuk mati sepenuhnya bisa menjadi hal yang menyebalkan terutama bila Anda sedang terburu-buru untuk pergi ke suatu tempat. Sistem operasi Windows Anda mungkin mengambil keputusan sendiri memilih waktu untuk menutup semua program dan mati sepenuhnya. Jika masalah ini terus menerus mengganggu Anda, Saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana untuk mempercepat proses shutdown Windows 7 melalui beberapa trik pada Windows registry.

1. Buka registry editor dengan cara, Klik Start dan ketik regedit pada kolom Search.

2. Cari HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control.

3. Masukan nilai yang lebih rendah (12.000 adalah nilai default = 12 detik). Semakin rendah nilai yang Anda masukan semakin cepat Windows 7 menutup service yang berjalan.

sumber : http://www.netrix.web.id/mempercepat-proses-shutdown-windows-7/

Cara mempercepat booting Windows 7

Seperti yang mungkin Anda ketahui, Windows 7 telah membuat peningkatan besar dalam waktu booting dan waktu respon dibandingkan dengan pendahulunya Vista. Anda juga dapat menonton lomba video booting Windows 7 dan Windows Vista yang ditunjukkan oleh Microsoft di Hardware Engineering.

Windows 7 hanya memerlukan 15-17 detik untuk booting pada (Core 2 Duo 2.2 GHz, 1 GB RAM) dan Windows Vista membutuhkan sekitar 20 detik. Namun, Anda dapat meningkatkan kinerja waktu boot Windows 7 & Windows Vista menggunakan trik sederhana ini. Meskipun Anda dapat mengubah pengaturan lain seperti service dan startup, kita akan memfokuskan pada satu trik di posting ini.

Tips ini berlaku bagi pengguna yang menjalankan prosesor multi inti dengan sistem operasi Windows 7 atau Windows Vista. Jadi, ikuti langkah di bawah ini untuk mempercepat Windows Anda.

1. Klik Start >> ketik msconfig pada kolom search.

2. Klik pada tab Boot.

3. Klik Advanced.



4. Centang Number of proccessors dan pilih “2″ atau “4″ pada menu dropdown. (Anda hanya dapat memilih jika Anda memiliki dual-core/quad-core).


sumber : http://www.netrix.web.id/cara-mempercepat-proses-booting-windows-7/

Selasa, 29 November 2011

3 Setting Komentar Yang Perlu Diubah di Blog Sobat Tergaptek (Blogspot)

Perlukah Memasang Kode Verifikasi Di Blog? 
Mempersulit Sobat Blogger Yang Berkunjung
Saat Blogger gaptek browsing lewat HP, aku menemukan postingan yang menarik untuk dibaca dan ingin memberi sedikit komentar disana, Komentar sudah tertulis lalu siap di post namun ketika di klik muncul 'WORD VERIFICATION' , okelah nulis kode kode itu karena aku memang niat bgt untuk komen di blog sobat tersebut. kode sudah benar tertulis, namun komentarku tidak muncul yang terjadi malah hanya reload page  (mungkin ini salah satu bug yang ada di operaMINi dan perI  BUGS BESAR OPERAMINI 5 FINAL buat para blogger
). Dengan begitu untuk membuat komentar aku harus memasukan lagi kode verifikasi yang mengganggu tersebut.

Lalu apakah aku mau MEnulis dan memasukan kode verifikasi lagi?
jawabannya tentu TIDAK.
Dari sepenggal pengalamanku di atas dapat dibuat sebuah pertanyaan
'perlukah memasang kode verfikasi di blog atau dengan kata lain Mempersulit berkomentar?'
Komentar merupakan salah satu yang membuat blog kita hidup karena biarpun postingan banyak dan data statistik menunjukan Page View yang banyak, tetapi kalau kita melihat blog kita tidak ada komentarnya pasti merasa HAMPA .
Memasang kode verifikasi di kolom komentar untuk menangkal dari serangan SPAM, tapi kalau kita masih Baru di dunia blogging (bukan blog seleb,   Trafik pun kebanyakan dari blogwalking yang memang mengharapkan kunjungan balasan plus komentar dari blog yang baru kita kunjungi) aku rasa tidak perlu dulu lah pasang kode verifikasi itu karena tentunya akan membuat  SEBAGIAN orang yang ingin berkomentar di blog kita malah berpaling dan tidak jadi berkomentar di blog kita dikarenakan ribet, misalnya saat setting komentar kamu belum ada opsi untuk berkomentar dengan menggunakan Name / Url lalu ada blogger yang berkunjung di blog kamu dan dia sedang berada di warnet / komputer umum dan tidak sedang login akun google hanya sekedar ingin browsing2 ria saat berkomentar di blog sobat tentu saja tidak bisa kecuali login dulu, terebih lagi untuk visitor yang menggunakan hp tentu sangat menyulitkan.

Selengkapnya Ada Tiga setting default Komentar dari Blogspot yang menurutku perlu di ubah/ Ditambahkan :
1.) Hilangkan  Form Verifikasi di Kolom Komentar
Secara default blogspot akan menerapkan kode verifikasi di komentar kita, jadi mungkin banyak sobat newbie kayak aku ini yang belum merubahnya
kalau sobat sependapat dengan aku lalu mau merubahnya,
Cara Menghilangkan Verifikasi Form Komentar :
1. Masuk Dashboard blog sobat
2. .Pilih SETTING-->COMMENT
3.  Pada menu  'SHOW WORD VERIFICATION' pilih 'NO'
show word verification?
2.)  Mengubah Tidak Perlu Login Akun Google Dulu Untuk Pengomentar, Buat Agar Name / Url dan Anonymous Bisa Berkomentar 
Selain menghilangkan kode verifikasi menurutku sebaiknya juga di setting agar semua orang bisa komentar di blog kita termasuk ANONYMOUS tujuannya agar orang yang malas memasukan ID / Login Akun Google juga bisa turut berkomentar. Apalagi kalau orang lagi berada di warnet / tempat umum yang rawan penyadapan tentu sangat riskan untuk login akun Google (Blogger) hanya untuk membubuhkan komentar di blog sobat, Tentu dia akan batal membubuhkan komentar. Lagipula akan menjengkelkan juga untuk berkomen dengan akun blogger saja, karena orang tidak bisa langsung melihat Url Kita seperti halnya bila ada opsi Name / Url .
Caranya : 
Masih didalam menu Setting - Comment
Centang pilihan 'Any One' pada opsi'who cant comment' agar semua orang bisa komentar termasuk anonymous.

Who can comment?




Perlu tidaknya memasang kode verifikasi di kotak komentar merupakan opini dariku yang masih newbie dan sering merasa agak dipersulit waktu browsing lewat hp lalu mau memberikan komentar di blog sobat karena adanya CAPCAY di kolom komentarnya.
Jadi mungkin saja opini aku berbeda dengan opini sobat semua.
Atau Selain memasang kode verifikasi kalau sobat takut banyak komentar berjenis spam, Mungkin akan lebih baik membuat komentar di moderasi saja agar setiap komentar tidak langsung muncul. Selain itu blogspot juga sudah ada fitur baru dalam mengelola komentar spam yang masuk sehinga tindak tanduk para spammer akan sedikit terhalang oleh fitur ini.



Dan ini neh setting tambahan ketiga yang perlu diterapkan di blog sobat


3.) Menambahkan Button Form Komentar Klasik (Pop Up Window) di Blog

Form Komentar yang lagi Eroor , tidak muncul opsi untuk memilih komentar sebagai apa:

Model form komentar di Blogger (Blogspot) memiliki kekurangan yang parah, yaitu sering erorr tidak muncul kolom komentarnya, apalagi yang memasang verifikasi , terkadang frame untuk kode verifikasi erorr tidak bisa di scroll untuk mengetikan captcha.
Oleh karena itu perlu ditambahkan secara manual button untuk memunculkan form komentar klasik (Pop Up Window Komentar) agar walaupun form komentar erorr / tidak muncul . Pengunjung blog kita bisa tetap berkomentar melalui form komentar klasik.

Cara memasang button untuk form komentar klasik (pop up window komentar ) bisa sobat lihat di Membuat Button Untuk Memunculkan Form Komentar di Blogspot


Terimakasih
semoga bermanfaat

Jumat, 11 November 2011

Perkembangan Jiwa agama pada masa remaja


TUGAS BERSTRUKTUR
PSIKOLOGI AGAMA

DOSEN PENGAMPU
Drs. Alfian Khairani, M. Pd. I


PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA USIA REMAJA



DISUSUN OLEH :
ASRI SYIR BARQI : 1001290925
AULIA RAHMAH : 1001290810
BASARIAH : 1001290812
EKA MISMINARTI : 1001290817
EMILYA ULFAH : 1001290819


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI ANTASARI
FAKULTAS TARBIYAH
PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
BANJARMASIN
2011
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Dewasa ini masalah remaja menjadi hal yang serius, padahal remaja sekarang adalah pemimpin dimasa depan. Saat-saat remaja adalah saat sulit dalam mendidik, karena remaja sudah bisa melakukan bantahan saat proses pendidikan. Pertama kali yang bertanggung jawab masalah bagi remaja disini adalah keluarga, seperti seruan dalam Al-qur’an pada surah At-tahrim ayat 6 yang artinya: wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka .…dst , jelas sudah keluargalah yang seharusnya pertama kali mendidik mereka dengan akidah yang kuat, sehingga mereka tidak akan terpengaruh oleh hal negatif dari kemajuan zaman. Tentu keluarga yang mendidik dengan cara Islamlah yang akan membentuk remaja dengan akidah Islam yang benar dan kuat.  
           
















BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN JIWA AGAMA PADA REMAJA

A.    Masa Remaja dan Perkembangannya

Dalam perkembangan kepribadian seseorang maka remaja mempunyai arti yang khusus, namun begitu masa remaja mempunyai tempat yang tidak jelas dalam rangkaian proses perkembangan seseorang. Secara jelas masa anak dapat dibedakan dari masa dewasa dan masa tua.  Anak masih harus banyak belajar untuk dapat memperoleh tempat dalam masyarakat sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan bahagia.
Anak remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Ia tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi ia tidak pula termasuk golongan orang dewasa atau orang tua. Remaja ada di antara anak dan orang dewasa. Remaja masih belum mampu untuk menguasai fungsi fisik maupun psikisnya.[1]
 
B.     Teori Tentang Masa Remaja
Dalam hal ini banyak pendapat yang dipengaruhi oleh bangsa Yunani Mesir dan Yahudi sebalum Masehi, dalam masyarakat itu mengenal adanya masa inisiasi yang berarti masa yang dating secara mendadak  dan bersifat uniform dalam mana pemuda-pemudi menginjak masa dewasa. Masa remaja merupakan masa perkembangan kematangan pisik (early adolescence), dan kemudian diikuti masa kematangan emosi (second adolescence), dan diakhiri dengan oleh perkembangan intelek. Klasifikasi ini sangat mempengaruhi ahli-ahli pada masa modern. Antara lain: [2]
a.       Vives
b.      Comenius
c.       Rousseau
1.      Pentingnya Pendidikan Bagi Remaja
            Remaja pada saat ini adalah pemimpin masa yang akan datang, oleh karena itu remaja harus dididik dengan didikan agama yang benar agar mereka sanggup menjadi pemimpin yang ditunggu-tunggu oleh semua umat manusia sekarang dan nanti. Artinya jiwa agama harus ditanamkan sejak dini.
Dizaman yang penuh dengan pembaharuan sekarang ini tentunya menjadi tantangan tersendiri bagi pendidik, baik orang tua dirumah dan guru-guru disekolah. Tentu ada beberapa cara dan metode yang harus dipilih agar remaja menjadi manusia seutuhnya dimasa depan nanti.
Semua makhluk hidup mengalami perkembangan, tak terkecuali manusia. Manusia mengalami beberapa tahapan dalam perkembangannya. Dimulai dari balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, lalu setengah baya, dan menjadi tua.
Dimulai pada saat pubertas atau dari umur belasan tahun hingga mencapai dua puluh empat tahun, ada perbedaan dari para pendidik, terkadang masa remaja akan panjang dan kadang pendek, lingkungan yang mempengaruhinya. Masa remaja cenderung tidak menentu, seorang anak berumur 10 tahun mungkin saja (atau sudah) mengalami pubertas namun ia sudah bisa dikatakan remaja dan siap menghadapi dunia orang dewasa.[3]
Secara etimologis, pakar bahasa mempunyai pendapat bahwa masa remaja dimulai dari sebelum baligh dan berakhir pada usia baligh.
 Beberapa definisi remaja, yaitu:
·         Masa pekembangan menuju kematangan jasmani, seksualitas, pikiran, dan emosional.
·         Masa terjadinya berbabgai perubahan pada anak, baik itu jasmani, seksualitas, pikiran, kedewasaan, maupun social. Semua itu merupakan proses perpindahan seseorang dari masa kanak-kanak dan remaja ke masa dewasa dan kematangan.[4]

2. Hal-Hal Yang Harus Diberikan Dalam Mendidik Agama Pada Jiwa Remaja
Mendidik anak remaja merupakan hal yang cukup sulit dilakukan, karena remaja cenderung berubah, tidak tetap pendirian, dan pastinya remaja sudah mulai mengenal dunia luar yang membuatnya menjadi agak susah di didik, bahkan terkadang ada yang sudah bisa membantah. Terkadang remaja berprilaku seperti anak kecil dan tak jarang pula yang berprilaku seperti orang dewasa. Jadi harus memakai cara yang tepat agar pendidikan terhadap remaja berhasil.
Dalam mendidik anak remaja juga sangat perlu diperhatikan hal-hal seperti dibawah ini:

a. Memberi perhatian dan kasih sayang
            Kelembutan dan kasih sayang mempunyai makna pendidikan yang luar biasa pada jiwa seorang remaja, bahkan tidak hanya remaja, tetapi semua orang. Kasih sayang yang diberikan orang tua merupakan pengikat jiwa antara sang anak dengan orang tua yang membuat anak tersebut akan menerima arahan dan bimbingan dari orang tua dan kemudian ia akan melaksanakanya.
            Kebiasaan anak remaja akan mencari perhatian jika tidak diperhatiakan oleh orang tuanya, tak jarang perbuatan mencari perhatian tersebut mengarah kepada kejahatan. Oleh karena itu kasih sayang sebagai bentuk perhatian sangat diperlukan. Sebagai bentuk perhatian juga perlu mengetahui perkembangan anak remaja. Anak remaja sekarang cenderung berkembang mengikuti zaman yang modern, namun dalam psikologi ada tiga aliran dalam hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seseorang, yaitu:
a.       Aliran Nativisme, yang dipelopori Arthur Schopenhauer (1788-1860), aliran ini berendapat bahwa segala faktor perkembangan manusia itu telah ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pembawaan yang telah terdapat pada waktu dilahirkan itulah yang menentukan hasil perkembangannya. Menurut Nativisme pendidikan tidak dapat mengubah sifat-sifat pembawaan. Jadi kalau benar pendapat tersebut, maka percumalah kita mendidik, atau dengan kata lain: pendidikan tidak perlu. Dalam ilmu pendidikan ini disebut pesimisme pedagogis.
b.       Aliran Empirisme, yang dipelopori John Locke (1632-1704), aliran ini bertentangan dengan aliran Nativisme. Mereka berpendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi dewasa dewasa itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya atau oleh pendidikan dan pengalaman yang diterimanya sejak kecil. Manusia-manusia dapat didikan menjadi apa saja (kearah baik maupun buruk) menurut kehendak lingkungan atau pendidik-pendidiknya. Dalam pendidikan, pendapat kaum empiris ini terkenal dengan nama optimisme pedagogis. Kaum behavioris juga sependapat dengan kaum empiris itu. [5]
c.       Aliran Konvergensi, yang dipelopori oleh William Stern (1871-1929) aliran ini menggabungkan dua aliran di atas. Konvergensi adalah interaksi antara faktor hereditas dan faktor lingkungan dalam proses perkembangan tingkah laku. Hereditas tidak akan berkembang secara wajar apabila tidak diberi rangsangan dari faktor lingkungan. Sebaliknya rangsangan lingkungan tidak akan membina perkembangan  yang ideal tanpa didasari oleh faktor hereditas. Karenanya penentuan kepribadian seseorang ditentukan dengan kerja integral antara faktor internal (potensi bawaan) dan faktor eksternal (lingkungan pendidikan)[6]

Faktor dari orang tua terkadang lebih dominan, dan memang sangat banyak berpengaruh dalam perkembangan seorang anak, begitu pula tetang perkembangan jiwa agama anak tersebut, sebab dalam perkembangan zaman sekarang ini perkembangan jiwa agama seorang anak remaja akan mudah tergerus oleh kekejaman liberalisme kalau tidak ada pondasi dari orang tua. Pondasi akidah yang kuat tentu diberikan dengan penuh kasih sayang dan perhatian. Orang tua yang memberikan kasih sayang sepenuhnya kepada anak remaja akan terlihat berbeda dari orang yang membiarkan anaknya begitu saja. Anak  yang diberikan kasih sayang secara penuh akan beradaptasi dengan lingkungan sesuai apa yang orang tua ajarkan, sehingga dilingkungan yang bagaimanapun anak tersebut tetap menjalankan apa yang orang tua ajarkan. Sedangkan lingkungan hanya beberapa persen mempengaruhi perkembangan jiwa agama anak tersebut karena pondasi awal orang tua sudah mantap.


b. Memberian suri tauladan yang baik
Suri tauladan yang baik merupakan kebutuhan manusia yang tumbuh dari naluri jiwa setiap manusia. Dorongan dari dalam jiwa untuk mengikuti tersebut merupakan insting baik dorongan yang lemah maupun yang kuat. Dorongan yang membuat seorang akan mengikuti orang lain yang dianggapnya baik. Oleh karena itu Allah menurunkan langsung Rasulullah yang menjadi suri tauladan yang baik tidak hanya bagi remaja tetapi seluruh manusia, seperti didalam Al-Qur’an surah Al-Ahzab:21 Allah berfirman, yang artinya: “sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik ………”(Al-Ahzab:21)
Memberi contoh yang baik selain merupakan amal jariyah yang akan mengalirkan pahala terus menerus bagi yang melakukannya juga sebagai tanda kasih sayang kita terhadap orang terdekat kita dan orang lain dan itu sangat penting. Didalam Al-Qur’an Allah telah mengisyaratkan pentingnya memberi contoh yang baik, seperti dalam surah 25:74 yang artinya: Dan orang-orang berkata, “ ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.

3. Cara Mendidik Perkembangan Jiwa Agama Remaja
            Banyak cara dalam mendidik remaja, namun berhasil tidaknya sangat dipengaruhi oleh pemilihan metodenya. Perkembangan jiwa agama yang benar pada remaja menjadikan remaja tersebut siap menghadapi masa depannya dengan penuh iman, sedangkan perkembangan jiwa agama yang salah akan berakibat fatal bagi dirinya dan bahkan orang lain. 
Didalam Al-qur-an terdapat dalam firman Allah Swt surah An-Nahl:125 yang artinya:
Artinya : Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (Q.S. Al-Nahl : 125)
Nasihat memang sangat diperlukan untuk remaja, akan tetapi memberi nasihat dengan remaja harus memilih waktu yang tepat. Juga orang yang menyampaikannya pun harus terlihat sebagai orang yang mantap, dan mempunyai kepribadian yang kuat serta berwibawa. Agar remaja tergugah hatinya untuk mengikuti nasihat tersebut. Nasihatnya bisa berupa berupa kabar gembira dan ancaman.

4.  Sikap Remaja Terhadap Agama
Setelah mengetahui faktor-faktor dan unsur-unsur yang mempengaruhi sikap remaja terhadap agama, maka dapatlah kita bagi sikap tersebut sebagai berikut;[7]
·         Percaya turut-turutan;
·         Percaya dengan kesadaran;
·         Percaya, tapi agak ragu-ragu (bimbang);
·         Tidak percaya sama sekali, atau cenderung kepada atheis.
a.       Percaya turut-turutan
Kebanyakan remaja percaya kepada Tuhan dan menjalankan ajaran agama hanya karena lingkungannya yang beragama, maka mereka ikut percaya dan melaksanakan ibadah dan ajaran-ajaran agama, sekedar dengan suasana lingkungan di mana ia hidup. Percaya seperti inilah yang disebut dengan percaya turut-turutan. Mereka seolah-olah apatis, tidak ada perhatian untuk meningkatkan agama, dan tidak amau aktif dalam kegiatan-kegiatan agama.
b.      Percaya dengan kesadaran
Telah dijelaskan bahwa masa remaja adalah masa di mana perubahan dan kegoncangan terjadi di segala bidang, yang dimulai dengan perubahan jasmani yang sangat cepat, jauh dari kesinambungan dan keserasian.
Setelah kegoncangan remaja pertama ini agak reda, yaitu pada umur kira-kira 16 th di mana pertumbuhan jasmani hampir selesai, kecerdasan juga sudah dapat berfikir lebih matang dan pengetahuan pun telah bertambah.
Kesadaran agama atau semangat agama pada masa remaja itu, mulai dengan cenderungnya remaja kepada meninjau dan meneliti kembali caranya beragama di masa kecil dulu.
Biasanya semangat agama itu tidak terjadi sebelum umur 17 atau 18 athun, semangat agama itu mempunyai 2 bentuk, yaitu:
1.      Semangat positif;
2.      Semangat khurafi.
c.       Kebimbangan beragama
Kebimbangan remaja terhadap agama itu berbeda antara satu dengan lainnya, sesuai dengan kepribadiannya masing-masing. Ada yang mengalami kebimbangan ringan, yang dengan cepat dapat diatasi dan ada yang sangat berat sampai pada perubahan agama. Kebimbangan dan kegoncangan keyakinan yang terjadi sesudah perkembangan kecerdasan selesai.
d.      Tidak percaya kepada Tuhan
Salah satu perkembangan yang mungkin terjadi pada akhir masa remaja adalah mengingkari ujud Tuhan sama sekali dan menggantinya dengan keyakinan lain. Atau hanya tidak mempercayai adanya Tuhan saja secara mutlak. Ketidak percayaan yang sungguh-sungguh itu tidak terjadi sebelum umur 20 tahun.




BAB III
PENUTUP

Simpulan
Anak remaja sebetulnya tidak mempunyai tempat yang jelas. Ia tidak termasuk golongan anak-anak, tetapi ia tidak pula termasuk golongan orang dewasa atau orang tua. Remaja ada di antara anak dan orang dewasa. Remaja masih belum mampu untuk menguasai fungsi fisik maupun psikisnya. Masa remaja merupakan masa perkembangan kematangan pisik (early adolescence), dan kemudian diikuti masa kematangan emosi (second adolescence), dan diakhiri dengan oleh perkembangan intelek. Beberapa definisi remaja, yaitu:
·         Masa pekembangan menuju kematangan jasmani, seksualitas, pikiran, dan emosional.
·         Masa terjadinya berbabgai perubahan pada anak, baik itu jasmani, seksualitas, pikiran, kedewasaan, maupun social. Semua itu merupakan proses perpindahan seseorang dari masa kanak-kanak dan remaja ke masa dewasa dan kematangan.
Hal- hal yang mendidik remaja ialah:
-          Memberi perhatian dan kasih sayang
-          Member suri tauladan yang baik
Sikap remaja terhadap agama yaitu:
·         Percaya turut-turutan;
·         Percaya dengan kesadaran;
·         Percaya, tapi agak ragu-ragu (bimbang);
·         Tidak percaya sama sekali, atau cenderung kepada atheis.
           
                         




DAFTAR PUSTAKA
Daradjat, Zakiah. Ilmu Jiwa Agama.1970. (Jakarta: Bulan Bintang).
Fuady, M. Noor dan Ahmad Muradi.Pendidikan akidah berbasis keluarga.2009.(Jakarta: Antasari Press).
Http://tarbiyah-iainantasari.ac.id. M. Noor Fuady, M.Ag. Dakwah dan pembinaan akidah remaja.
Rifai, Melly Sri Sulastri. Psikologi Perkembangan Remaja.1983. (Bandung: Bina Aksara).



[1] Dr. F. J. Monks, Psikologi Perkembangan, (Yogyakarta, Gadjah Mada University Press; 1999), hal 259.
[2] Dra. Ny. Melly Sri Sulastri Rifai, Psikologi Perkembangan Remaja, (Bandung, Bina Aksara; 1983),  hal 17-18
[3] Fuady, M. Noor dan Ahmad Muradi. Pendidikan akidah berbasis keluarga. Hal 91.
[4] Opcit hal. 228
[5] Purwanto, M. Ngalim Drs. MP. Psikologi pendidikan. Hal. 14
[6]Http://tarbiyah-iainantasari.ac.id. M. Noor Fuady, M.Ag. Dakwah dan pembinaan akidah remaja.
[7] Prof. Dr. Zakiah Darajat, Ilmu Jiwa Agama, (Jakarta, Bulan Bintang;1970) hal 91